SimpulNusantara.com_Bulukumba, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bulukumba terus mendorong peningkatan kualitas tata kelola zakat melalui penguatan kapasitas kelembagaan dan perencanaan program. Salah satunya diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Kerja (RENJA) dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT), Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pinisi Lantai 4 tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bulukumba, Muh. Ali Saleng. Bimtek ini menghadirkan narasumber dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan dan BAZNAS Republik Indonesia, yakni Ketua BAZNAS Sulsel Riswan Ilyas serta Direktur Perencanaan dan Inovasi BAZNAS RI, Dr. Ahmad Hambali, S.Ag., M.H.
Bimtek tersebut diikuti oleh perwakilan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama, UPZ Pemerintah Kabupaten Bulukumba, serta UPZ sekolah.
Menariknya, kegiatan ini juga mendapat perhatian dari sejumlah daerah. Perwakilan BAZNAS dari Kabupaten Sinjai, Bone, Bantaeng, Jeneponto, dan Kepulauan Selayar turut hadir untuk memperkuat kapasitas dan membangun sinergi pengelolaan zakat lintas daerah.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Bulukumba, Muh. Ali Saleng, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, penguatan tata kelola zakat merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Bulukumba menyambut baik kegiatan ini. Kami berharap BAZNAS dan seluruh UPZ dapat terus memperkuat koordinasi, menyusun perencanaan yang matang, serta memastikan pengelolaan zakat berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Zakat memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Bulukumba, H. Kamaruddin, menegaskan bahwa Bimtek tersebut menjadi momentum strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan kapasitas para pengelola zakat dalam menyusun perencanaan program dan anggaran.
Ia menekankan bahwa perencanaan program tidak boleh sekadar menjadi dokumen administratif, tetapi harus disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dan berorientasi pada hasil.
“Perencanaan tidak boleh hanya menjadi dokumen administratif, tetapi harus benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat. Setiap program harus memiliki target yang jelas, indikator keberhasilan, serta mampu memberikan dampak nyata bagi mustahik. Kami juga mengapresiasi kehadiran BAZNAS dari kabupaten tetangga yang turut mengambil bagian dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas, dalam pemaparannya menekankan bahwa perencanaan merupakan fondasi utama dalam pengelolaan zakat. BAZNAS di setiap tingkatan dituntut mampu menerjemahkan kebijakan pengelolaan zakat ke dalam program kerja yang terukur, sekaligus disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan daerah masing-masing.
Menurutnya, peningkatan kapasitas kelembagaan harus berjalan seiring dengan penguatan sistem perencanaan agar proses pengumpulan dan pendistribusian zakat semakin optimal.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kapasitas kelembagaan BAZNAS dan UPZ semakin kuat, sehingga pengumpulan dan pendistribusian zakat dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” jelasnya.
Materi berikutnya disampaikan Direktur Perencanaan dan Inovasi BAZNAS RI, Dr. Ahmad Hambali, S.Ag., M.H. Ia menegaskan bahwa penyusunan RKAT bukan sekadar menyusun daftar kegiatan dan kebutuhan anggaran, melainkan memastikan setiap program memiliki arah kebijakan, target capaian, indikator kinerja, serta dampak yang dapat diukur.
“BAZNAS daerah perlu membangun perencanaan berbasis data, potensi, serta kebutuhan mustahik. Dengan demikian, program yang dijalankan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan dan transformasi mustahik menuju kemandirian,” paparnya.
Kehadiran narasumber dari tingkat provinsi dan pusat, ditambah partisipasi BAZNAS dari sejumlah kabupaten, menjadikan kegiatan ini bukan sekadar forum peningkatan kapasitas teknis. Lebih dari itu, Bimtek tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman, memperluas jejaring koordinasi, serta membangun sinergi antarlembaga pengelola zakat.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Bulukumba berharap dapat menghasilkan perencanaan program yang lebih terarah, terukur, inovatif, dan akuntabel.
Dengan perencanaan yang berkualitas, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) diharapkan semakin optimal, sehingga potensi zakat dapat dimaksimalkan sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.












