Belajar dari Warisan Dunia, UPT SPF SDN 3 Kasimpureng Kunjungi Sentra Pembuatan Perahu Pinisi di Bontobahari

SimpulNusantara.com_Bulukumba, UPT SPF SDN 3 Kasimpureng melaksanakan kegiatan kunjungan studi kokurikuler ke sentra pembuatan Perahu Pinisi di Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik tersebut menjadi bagian dari implementasi kurikulum kokurikuler berbasis kearifan lokal yang bertujuan memperkenalkan warisan budaya bangsa kepada generasi muda.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta didik berkesempatan menyaksikan secara langsung proses pembuatan Perahu Pinisi, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses perakitan kapal tradisional yang telah menjadi ikon budaya masyarakat Bulukumba dan dikenal hingga mancanegara.

Guru SD Negeri 3 Kasimpureng, Titik Nur Amiruddin, S.Pd., Gr., mengatakan bahwa kunjungan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi peserta didik karena mereka dapat melihat langsung praktik budaya yang selama ini hanya dipelajari melalui buku pelajaran.

“Sebagai seorang pendidik, mendampingi para murid dalam program kurikuler mengunjungi tempat pembuatan Perahu Pinisi memberikan kepuasan tersendiri. Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan rekreasi, melainkan ruang kelas terbuka yang mengubah teori sejarah dan kearifan lokal menjadi pengalaman nyata yang hidup bagi murid,” ujarnya.

Menurutnya, antusiasme peserta didik terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya kepada para pengrajin dan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap proses pembuatan kapal tradisional tersebut.

“Selama kunjungan, saya melihat antusiasme yang luar biasa saat murid berinteraksi langsung dengan para pembuat perahu. Mereka belajar tentang nilai gotong royong, ketelitian, dan filosofi mendalam di balik setiap bilah kayu yang dirakit. Proses ini berhasil memantik rasa ingin tahu dan melatih kemampuan berpikir kritis mereka melalui diskusi aktif di lapangan,” tambahnya.

Kesan mendalam juga dirasakan oleh salah seorang peserta didik, Arisha Azzahra AR. Ia mengaku sangat terkesan dapat melihat langsung proses pembuatan Perahu Pinisi yang selama ini hanya diketahuinya dari buku dan cerita guru.

“Mengikuti program kurikuler mengunjungi Perahu Pinisi menjadi salah satu pengalaman belajar paling seru yang pernah saya alami. Biasanya kami hanya membaca tentang kehebatan pelaut Indonesia di buku, tetapi melihat langsung perahu raksasa ini membuat saya benar-benar kagum,” ungkapnya.

Arisha mengatakan bahwa pengalaman berdialog dengan para pengrajin menjadi momen yang paling berkesan selama kunjungan.

“Saya sangat heran melihat bagaimana mereka bisa menyusun kayu-kayu besar menjadi kapal yang kokoh. Dari mereka, saya dan teman-teman belajar tentang arti kesabaran, kerja keras, dan pentingnya kerja sama tim untuk mencapai hasil yang hebat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 3 Kasimpureng, Dr. H. Muhammad Arfin, S.Pd.I., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan kegiatan yang berlangsung dengan lancar dan penuh semangat.

“Alhamdulillah, kegiatan kunjungan studi pembuatan Perahu Pinisi yang diikuti oleh guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik SD Negeri 3 Kasimpureng berjalan dengan baik dan penuh antusiasme. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum kokurikuler berbasis kearifan lokal yang bertujuan mengenalkan peserta didik pada warisan budaya bangsa, khususnya proses pembuatan Perahu Pinisi yang menjadi kebanggaan masyarakat Bulukumba dan telah diakui dunia,” jelasnya.

Menurut Arfin, pembelajaran kontekstual melalui kunjungan lapangan seperti ini sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik sekaligus memperluas wawasan mereka terhadap potensi daerah.

“Melalui kunjungan ini, peserta didik memperoleh pengalaman belajar secara langsung dari lingkungan nyata. Mereka tidak hanya melihat proses pembuatan Perahu Pinisi, tetapi juga belajar tentang nilai-nilai kerja keras, ketelitian, gotong royong, kreativitas, dan semangat melestarikan budaya lokal. Pembelajaran seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah serta memperkuat karakter Profil Pelajar Pancasila,” ujarnya.

Pihak sekolah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut, khususnya para pengrajin Perahu Pinisi yang telah berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada para peserta didik.

Melalui kegiatan ini, SD Negeri 3 Kasimpureng berharap peserta didik semakin mengenal potensi daerahnya, memiliki rasa bangga terhadap warisan budaya Indonesia, serta termotivasi untuk terus belajar dan berkontribusi dalam melestarikan kekayaan budaya bangsa di masa mendatang.**