SimpulNusantara.com_Bulukumba, Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bulukumba, Isranda Lattol, memandang bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan suci Ramadhan harus dimaknai sebagai kebijakan strategis yang menyentuh langsung kepentingan umat dan masyarakat luas.
Menurutnya, secara prinsip HMI Cabang Bulukumba menilai Program MBG merupakan langkah positif pemerintah dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat, meringankan beban ekonomi, serta mencegah persoalan gizi, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan selama bulan Ramadhan.
Namun demikian, HMI Cabang Bulukumba menegaskan sejumlah sikap penting yang harus menjadi perhatian bersama.
Pertama, pelaksanaan MBG harus tepat sasaran, transparan, dan tidak bersifat seremonial semata, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Kedua, penyesuaian waktu dan pola distribusi di bulan Ramadhan wajib diperhatikan, agar tidak bertentangan dengan nilai-nilai ibadah puasa serta tetap menjaga kualitas dan kebermanfaatan gizi bagi penerima.
Ketiga, pemerintah daerah harus membuka ruang partisipasi publik, termasuk melibatkan pemuda, organisasi kemahasiswaan, dan elemen masyarakat sipil dalam proses pengawasan dan evaluasi Program MBG.
Keempat, Program MBG harus diarahkan untuk menggerakkan ekonomi lokal, dengan melibatkan UMKM, petani, dan pelaku usaha daerah di Kabupaten Bulukumba, sehingga dampaknya tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan.
“HMI Cabang Bulukumba menegaskan komitmennya untuk terus mengawal, mengkritisi, dan memberikan masukan konstruktif terhadap setiap kebijakan publik, termasuk Program MBG, demi terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat Bulukumba,” tegas Isranda.
Ia menambahkan, bulan suci Ramadhan merupakan momentum penguatan nilai kemanusiaan, keadilan, dan keberpihakan kepada rakyat kecil. Oleh karena itu, setiap kebijakan publik yang dilaksanakan pada bulan penuh berkah ini harus lahir dari semangat tersebut.












