Alerta Soroti Kinerja Bulog Bulukumba: Dinilai Gagal Lindungi Petani dan Kurang Transparan

SimpulNusantara.com_Bulukumba – Jenderal Lapangan Aliansi Pemerhati Tani (Alerta), Asdar, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja pimpinan Bulog Cabang Bulukumba yang dinilai gagal menjalankan tugas secara maksimal dalam melindungi kepentingan petani lokal.

 

Kritik ini mencuat menyusul maraknya persoalan di lapangan, terutama terkait kesulitan petani dalam menjual gabah dengan harga layak sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebagaimana diatur dalam Inpres. Selain itu, dugaan masuknya puluhan mobil besar pengangkut beras dari Kabupaten Sidrap ke Bulukumba, yang disebut di luar kendali Bulog setempat, turut memperkeruh suasana.

 

“Puluhan mobil pengangkut beras dari Sidrap sempat dihadang oleh petani Bulukumba sebelum membongkar muatan. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan koordinasi pihak Bulog,” kata Asdar, Sabtu (20/04/2025).

 

Asdar menegaskan bahwa dirinya telah menyampaikan langsung keluhan petani Bulukumba kepada Wakil Direktur Utama Perum Bulog Indonesia, Mayjen TNI (Purn) Dr. Marga Taufiq, S.H., M.H., usai aksi unjuk rasa yang digelar sebelumnya. Respons dari pusat disebut cukup baik dan akan ditindaklanjuti dengan diskusi bersama pimpinan Bulog Cabang Bulukumba.

 

Menurut Asdar, kepala Bulog Bulukumba seharusnya menunjukkan inovasi nyata yang mendukung program swasembada pangan nasional, selaras dengan visi Presiden RI. Ia juga menyinggung perlunya transparansi atas semua kebijakan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, terlebih mengingat pernah mencuatnya kasus dugaan korupsi beras senilai Rp2,1 miliar yang menyeret pimpinan cabang sebelumnya.

 

“Mestinya ada tindakan nyata, bukan hanya pencitraan di media sosial yang terkesan euforia semata,” tambahnya.

 

Menanggapi aksi Alerta, pihak Bulog diduga telah berkomitmen membeli gabah petani sesuai HPP yang ditetapkan melalui Inpres. Namun, Alerta tetap menekankan perlunya keterbukaan informasi terkait keberadaan mobil-mobil pengangkut beras dari luar daerah.

 

Sementara itu, DPRD Bulukumba disebut telah menyampaikan komitmen untuk mendorong pengadaan alat pengering gabah (dryer) sebagai solusi jangka panjang bagi petani, dengan rekomendasi yang akan diteruskan ke DPR RI.

 

Asdar menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Alerta akan kembali menggelar aksi dalam waktu dekat untuk mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pimpinan Bulog Cabang Bulukumba oleh Perum Bulog Kanwil Sulsel dan Sulbar.

 

“Kami juga mendorong TNI dan Polri agar melakukan investigasi lebih dalam terkait dugaan masalah masuknya beras dari Sidrap ke Bulukumba yang bisa saja merugikan petani lokal,” tegasnya