SimpulNusantara.com_Bulukumba, Aksi kekerasan dengan senjata tajam kembali menghantui warga Kabupaten Bulukumba. Seorang pemuda berinisial YY (21) menjadi korban serangan busur oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Poros Bulukumba-Sinjai, tepatnya di Desa Bulo-bulo, Kecamatan Bulukumpa, pada Kamis 3 April 2025 dini hari sekitar pukul 03.00 WITA.
Peristiwa ini terjadi saat korban sedang berada di teras rumahnya. Secara tiba-tiba, seorang pengendara motor berhenti di dekat lokasi dan langsung melontarkan anak panah ke arah YY. Busur tersebut mengenai pinggang kiri korban, menyebabkan luka serius.
Pihak keluarga yang melihat kejadian itu segera membawa korban ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Baso Marewa, sepupu korban, membenarkan insiden tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui identitas pelaku maupun motif di balik serangan itu. Menurutnya, korban yang saat ini berstatus mahasiswa di Makassar tidak memiliki masalah dengan siapa pun.
“Setahu saya, sepupu saya ini tidak pernah bermasalah dengan orang lain. Dia kuliah di Makassar dan baru pulang untuk libur Lebaran,” ujar Baso kepada wartawan.
Meski begitu, Baso menduga kejadian ini terkait dengan aktivitas gangster yang kerap meresahkan warga Bulukumba. Ia menduga pelaku salah sasaran dalam melancarkan aksinya.
“Saya curiga ini ulah gangster yang keliru menargetkan korban. Saat tiba di lokasi, pelaku tampaknya mencari anggota geng Lorgas, lalu tiba-tiba menyerang sepupu saya,” ungkapnya.
Menanggapi kejadian ini, keluarga korban telah melaporkan insiden tersebut ke Polsek Bulukumpa untuk ditindaklanjuti. Mereka berharap pihak kepolisian segera mengungkap dan menangkap pelaku demi mencegah insiden serupa terulang.
“Kami meminta kepolisian bertindak cepat. Jangan sampai ada korban lain. Ini bukan sekadar kejadian kriminal biasa, tapi sudah masuk kategori aksi teror yang mengancam keamanan warga,” tegas Baso.
Kasus pembusuran seperti ini semakin marak terjadi di Bulukumba, membuat warga merasa resah dan tidak aman. Aparat keamanan diimbau untuk meningkatkan patroli, sementara masyarakat diminta lebih waspada serta segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan mereka.












