SimpulNusantara.com_Bulukumba, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bulukumba terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah berbasis inovasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Aplikasi “LAPOR INOVASI” yang digelar di hadapan 190 peserta Kelompok Kerja Guru (KKG) Wilayah II Kecamatan Gantarang.
Kegiatan yang diikuti para kepala sekolah dan guru dari sembilan Sekolah Dasar tersebut menjadi wadah berbagi pengetahuan (sharing knowledge) sekaligus penguatan tata cara pelaporan inovasi daerah secara digital.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Bulukumba, Anugrahwati Huzain, S.Si., dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun budaya inovasi sejak dini di lingkungan sekolah. Menurutnya, inovasi tidak hanya menjadi bagian dari administrasi, tetapi harus tumbuh sebagai budaya yang mampu melahirkan perubahan positif bagi peserta didik dan masyarakat.
Ia menjelaskan, seluruh inovasi sekolah kini dapat dilaporkan dengan mudah melalui pemindaian barcode aplikasi “LAPOR INOVASI” menggunakan telepon pintar kapan saja dan di mana saja.
“Setiap sekolah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melaporkan inovasinya akan menerima username dan password resmi. Akun ini nantinya digunakan untuk mengakses aplikasi Indeks Inovasi Daerah (IGA Award) milik Kementerian Dalam Negeri, sebagai bagian dari persiapan mewujudkan Bulukumba sebagai Kabupaten Terinovatif pada tahun 2027,” ujar Anugrahwati.
Ia juga mengapresiasi tingginya semangat inovasi di Kabupaten Bulukumba yang hingga saat ini telah mencatatkan sebanyak 1.067 inovasi. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa inovasi tidak boleh berhenti pada tahap pelaporan, dokumentasi, atau kompetisi semata, melainkan harus memberikan manfaat nyata dan dampak luas, minimal di lingkungan sekolah masing-masing.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah (PPEPD) Bapperida Bulukumba, Taty Haryati, ST., M.SP., menjelaskan pentingnya keterkaitan inovasi dengan dokumen perencanaan daerah, mulai dari RPJP, RPJMD hingga RKPD.
“Target utama seorang inovator adalah memastikan inovasinya berkontribusi langsung terhadap pencapaian target RPJMD. Bapperida hadir mengawal pelaporan inovasi hingga menjangkau sektor pendidikan, kecamatan, desa, dan kelurahan. Hal ini sejalan dengan arahan Bupati melalui gerakan One Agency One Innovation dan One Village One Innovation, yang kemudian diterjemahkan Dinas Pendidikan melalui program Satu Sekolah Satu Inovasi. Inovasi yang dibangun harus efektif, efisien, transparan, serta terintegrasi dengan visi dan misi Kabupaten Bulukumba,” jelas Taty.
Sesi teknis kemudian dipandu oleh Pejabat Fungsional Analis Kebijakan sekaligus inovator Innovation Cafe (iCafe), Endang Muliani, S.Sos., yang memberikan pendampingan mengenai tata cara pelaporan inovasi melalui telepon pintar hingga proses penginputan data pendukung ke portal IGA Award Kemendagri.
Sementara itu, Hj. Nur Aeni, SE., MM., selaku Penelaah Teknis Kebijakan, memaparkan rekam jejak berbagai inovasi daerah yang telah mengikuti Kompetisi Inovasi Tingkat Kabupaten. Inovasi-inovasi tersebut terus mendapatkan pendampingan dari Bapperida agar mampu bersaing hingga tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.
Langkah jemput bola yang dilakukan Bapperida ini dinilai sejalan dengan semangat pelayanan publik yang terus digaungkan Pemerintah Kabupaten Bulukumba, di mana seluruh bentuk layanan pemerintahan dituntut semakin mudah, cepat, dan dekat dengan masyarakat.
Adapun sembilan sekolah yang hadir dalam kegiatan ini yakni SDN 44 Dampang, SDN 45 Dampang, SDN 207 Dampang, SDN 330 Raoe, SDN 233 Dampang, SDN 35 Bontosunggu, SDN 36 Bontosunggu, SDN 205 Bontosunggu, dan SDN 331 Bontosunggu.
Ketua KKG Wilayah II Kecamatan Gantarang, Irfan, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan pendampingan yang diberikan Bapperida Bulukumba.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapperida beserta tim atas ruang sharing knowledge ini. Sosialisasi ini memberikan pemahaman yang sangat jelas bagi para kepala sekolah dan guru mengenai tata cara pelaporan inovasi daerah secara terstruktur,” tutur Irfan.












