SimpulNusantara.com_Bulukumba, Pemberitaan terkait mobil minibus lintas Bulukumba-Morowali yang mengangkut sepeda motor di bagian atap menuai respons di media sosial. Namun, respons tersebut justru menyerang pribadi jurnalis yang memberitakan peristiwa tersebut.
Jurnalis rubrik.co.id, Irwan, menjadi sasaran serangan sejumlah akun di Facebook setelah memberitakan kendaraan yang mengangkut sepeda motor di atas atap tersebut.
Bahkan, salah satu akun Facebook mengunggah foto Irwan disertai keterangan yang dinilai menyudutkan dirinya secara pribadi.
Salah satu unggahan dibuat akun Facebook bernama Jenaka Jenaka di grup Facebook Info Kejadian Bulukumba pada Jumat, 4 September 2026.
Dalam unggahannya, akun tersebut menyinggung pemberitaan Irwan serta mempertanyakan tindakannya yang dinilai terlalu sering membuat laporan.
Unggahan itu juga memuat tudingan dan pernyataan bernada personal terhadap Irwan, termasuk menyarankan agar yang bersangkutan mencari penghasilan yang halal dan mengedepankan hati nurani untuk keluarga.
Irwan menilai serangan tersebut tidak semestinya terjadi hanya karena dirinya menjalankan tugas jurnalistik.
Menurutnya, pemberitaan mengenai kendaraan yang mengangkut sepeda motor di atas atap merupakan bagian dari fungsi pers dalam melakukan kontrol sosial.
Ia menegaskan, berita tersebut disusun berdasarkan fakta di lapangan dan keterangan dari pihak berwajib, bukan untuk menyerang atau merugikan pihak tertentu.
Menurut Irwan, kendaraan dengan muatan berlebih berpotensi membahayakan bukan hanya pengemudi dan kendaraan itu sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya.
“Ini bagian dari kontrol sosial. Muatan yang overload seperti itu bukan hanya membahayakan pengemudi dan muatan mobil, tetapi juga pengendara lain,” ujarnya.
Ia menyayangkan persoalan pemberitaan justru berkembang menjadi serangan terhadap pribadi.
Baginya, perbedaan pandangan terhadap sebuah berita semestinya disampaikan melalui mekanisme yang sesuai, bukan dengan menyerang atau menyudutkan wartawan secara personal di media sosial.
Irwan menilai unggahan tersebut tidak boleh dibiarkan karena berpotensi menjadi preseden buruk terhadap kebebasan pers.
Selain sebagai jurnalis rubrik.co.id, Irwan juga merupakan Ketua AJKS. Ia menegaskan, persoalan tersebut tidak semata-mata menyangkut dirinya secara pribadi.
“Ini bukan persoalan pribadi saya. Ini sudah menyangkut kebebasan pers. Ketika seorang wartawan memberitakan fakta berdasarkan keterangan pihak berwenang kemudian diserang secara pribadi, tentu ini harus menjadi perhatian,” tegasnya.
Ia berharap setiap pihak yang merasa keberatan terhadap pemberitaan dapat menempuh mekanisme yang sesuai dengan ketentuan pers, sehingga tidak terjadi tindakan yang dapat mengarah pada intimidasi terhadap jurnalis.
Menurutnya, wartawan dalam menjalankan tugas memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, termasuk mengangkat persoalan yang berkaitan dengan keselamatan dan kepentingan publik.****












