23 Tahun Tak Menyerah, Perjuangan Pak Pardi Dapat Perhatian BAZNAS Bulukumba

SimpulNusantara.com_Bulukumba, Keterbatasan fisik tidak pernah menjadi alasan bagi Pardi, warga Raoe, Desa Dampang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, untuk berhenti bekerja dan berjuang menghidupi keluarganya.

Selama 23 tahun, Pardi menjalani kehidupan dengan satu kaki setelah mengalami kecelakaan kerja yang menyebabkan dirinya kehilangan salah satu kakinya. Kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Dengan bantuan kaki palsu, ia tetap bekerja dan menjadi tulang punggung bagi istri dan kedua anaknya.

Namun, setelah hampir 20 tahun digunakan, kaki palsu yang selama ini menjadi penopang aktivitasnya kini mulai rusak.

Sejumlah bagian kaki palsu tersebut telah lapuk dan longgar. Kondisinya bahkan kerap menimbulkan luka pada kaki Pardi yang menjadi tumpuan saat bekerja.

Meski harus menahan rasa sakit dan bekerja dengan keterbatasan, Pardi tetap berusaha mencari nafkah.

Setiap hari ia turun ke sawah sebagai buruh tani. Ia juga bekerja sebagai buruh bangunan, membuat kusen dan pintu, serta menerima berbagai pekerjaan lainnya. Demi mendapatkan penghasilan, ia bahkan rela bekerja hingga ke Sengkang, Bone, Makassar, dan sejumlah daerah lainnya.

Bagi Pardi, berhenti bekerja bukanlah pilihan.

Di rumah, ada istri dan dua anak yang masih membutuhkan biaya pendidikan serta kebutuhan hidup sehari-hari. Kondisi itulah yang membuatnya terus bertahan dan berusaha bekerja semampunya.

Perjuangan Pardi kemudian mendapat perhatian dari BAZNAS Kabupaten Bulukumba. Melihat kondisi kaki palsu yang sudah tidak layak digunakan serta semangat Pardi untuk tetap bekerja secara mandiri, BAZNAS Bulukumba menginisiasi penggalangan dana melalui kampanye “Ayo Bantu Wujudkan Kaki Palsu untuk Pak Pardi.”

Kampanye tersebut mengajak masyarakat, para muzaki, dan seluruh dermawan untuk bersama-sama membantu Pardi mendapatkan kaki palsu baru yang lebih layak sekaligus mendukungnya dengan peralatan kerja.

Total dana yang dibutuhkan mencapai Rp15 juta. Rinciannya, Rp12 juta untuk pembuatan kaki palsu yang lebih kokoh, nyaman, dan disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari Pardi. Sedangkan Rp3 juta digunakan untuk melengkapi peralatan kerja agar Pardi dapat bekerja lebih mandiri tanpa harus terus-menerus meminjam peralatan dari orang lain.

Bagi BAZNAS Bulukumba, bantuan tersebut bukan semata-mata memberikan kaki palsu atau peralatan kerja.

Lebih dari itu, bantuan tersebut merupakan upaya untuk menjaga semangat seorang kepala keluarga agar tetap mampu bekerja dan menjalani kehidupan secara mandiri dan bermartabat.

Kaki palsu baru diharapkan dapat membantu Pardi bekerja dengan lebih aman dan nyaman. Sementara dukungan peralatan kerja diharapkan dapat membuka ruang baginya untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan tetap memenuhi kebutuhan keluarganya.

Melalui gerakan tersebut, BAZNAS Bulukumba juga mengajak masyarakat untuk menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari solusi atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Bantuan yang diberikan diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan sesaat, tetapi mampu menjadi modal bagi penerima manfaat untuk kembali produktif dan berdiri secara mandiri.

Masyarakat yang ingin turut membantu perjuangan Pardi dapat menyalurkan donasi melalui:

Bank Syariah Indonesia (BSI)

Nomor Rekening: 7890.11111.9

Atas Nama: BAZNAS Kabupaten Bulukumba

Untuk informasi dan konfirmasi donasi dapat menghubungi Basmawati Haris: 0853 9559 8722.

Pardi tidak meminta untuk dikasihani. Ia hanya ingin tetap bekerja, memenuhi kebutuhan keluarganya, dan memastikan kedua anaknya dapat terus mendapatkan pendidikan.

Selama 23 tahun, ia telah membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan alasan untuk menyerah.

Kini, ketika kaki palsu yang selama hampir dua dekade menjadi penopangnya mulai rapuh, Pardi kembali membutuhkan uluran tangan untuk melanjutkan langkahnya.

Membantu Pardi bukan hanya tentang memberikan sebuah kaki palsu. Ini tentang membantu seorang ayah mempertahankan kemandirian, menjaga keluarganya, dan terus berdiri dengan penuh martabat.