SimpulNusantara.com_Bulukumba, Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Bulukumba menjadi ajang penuh kebanggaan bagi SMP Negeri 8 Bulukumba. Dalam kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Pemuda (Lapda) Bulukumba, Senin (4/5/2026), sekolah tersebut berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus, mulai dari tingkat nasional hingga internasional.
Penghargaan pertama diraih sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang diberikan oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan. Capaian ini menjadi bukti komitmen sekolah dalam mengintegrasikan pendidikan kependudukan ke dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah.
Tak hanya itu, prestasi internasional juga ditorehkan melalui inovasi GEMBUR8 (Gerakan Menanam Cabe dan Sayur). Program ini mendapat apresiasi dalam ajang inovasi global, yakni Guangzhou Award di Tiongkok serta OECD OPSI di Eropa tahun 2026.
Di bidang akademik, SMPN 8 Bulukumba juga menunjukkan prestasi gemilang. Tim sekolah berhasil meraih juara 1 rayon Bulukumba dalam Lomba Prisma Matematika 26 tingkat nasional. Prestasi tersebut diraih oleh dua siswa, Nadifa Ainiyah dan Asyifah Gaitsa Sabir.
Kepala SMPN 8 Bulukumba, Andi Nurwina Pangki, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi, kerja keras, dan komitmen seluruh warga sekolah.
“Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dan komitmen bersama mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan. Ini bukan hanya kebanggaan sekolah, tetapi juga motivasi untuk terus menghadirkan pendidikan yang bermakna, berkarakter, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berbagai prestasi tersebut lahir dari proses pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Untuk terus meningkatkan capaian, pihak sekolah telah melakukan sejumlah langkah strategis. Di antaranya penguatan pembelajaran mendalam (deep learning) melalui pendekatan inkuiri kolaboratif guna menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa.
Selain itu, program Sekolah Siaga Kependudukan diintegrasikan melalui kegiatan pembelajaran, ekstrakurikuler, hingga budaya sekolah. Pemanfaatan teknologi digital juga terus dikembangkan untuk mendukung proses belajar dan manajemen sekolah.
Melalui inovasi GEMBUR8, sekolah turut mengembangkan pembelajaran berbasis lingkungan dan kewirausahaan dengan memanfaatkan lahan sekolah sebagai sumber belajar kontekstual. Program ini melibatkan siswa dalam proses menanam, mengolah, hingga memasarkan hasil pertanian.
Di sisi lain, pembinaan prestasi akademik dan non-akademik dilakukan secara intensif melalui bimbingan olimpiade, latihan terstruktur, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
Ke depan, SMPN 8 Bulukumba menargetkan menjadi sekolah rujukan dalam implementasi Sekolah Siaga Kependudukan serta inovasi berbasis lingkungan dan kewirausahaan. Sekolah juga berharap prestasi siswa terus meningkat hingga tingkat internasional, serta inovasi GEMBUR8 dapat berkembang lebih luas dan berkelanjutan.
“Harapan kami, ke depan dapat terwujud generasi pembelajar yang beriman, kritis, kreatif, mandiri, kolaboratif, serta peduli lingkungan dan kependudukan,” tutupnya.
Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada DP2KBP3A Kabupaten Bulukumba atas dukungan terhadap program Sekolah Siaga Kependudukan.*












