Peningkatan Kapasitas Petugas, Unicef Dorong Penguatan Respons PD3I di Bulukumba

SimpulNusantara.com_Bulukumba, Yayasan LKMN bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba dengan dukungan UNICEF menggelar kegiatan peningkatan kapasitas tanggap respon petugas dalam penanggulangan Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) serta percepatan penurunan angka zero dose. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Kamis–Jumat (23–24/4/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, yakni Sri Surianti, SKM., M.Kes dan Nur Hikmah, SKM selaku pengelola program imunisasi, serta Basri, SKM., M.KM sebagai pengelola surveilans dan PD3I. Turut hadir Plt. Kabid P2P Dinas Kesehatan Bulukumba, Faizal Johar Pasmar, SKM., M.Kes.

Peserta kegiatan terdiri dari petugas imunisasi dan surveilans dari 21 Puskesmas se-Kabupaten Bulukumba, serta petugas imunisasi dan surveilans dari Dinas Kesehatan Kabupaten.

Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr. Amrullah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan LKMN bersama UNICEF yang telah berkontribusi dalam peningkatan cakupan imunisasi dan penguatan kapasitas petugas di daerah tersebut.

Ia menegaskan bahwa imunisasi merupakan upaya pemberian kekebalan tubuh untuk mencegah berbagai penyakit menular seperti TBC, difteri, dan penyakit lainnya. “Tujuan akhir dari imunisasi adalah terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity), sehingga masyarakat terlindungi secara menyeluruh,” ujarnya.

Amrullah juga berharap agar pelaksanaan imunisasi semakin dimasifkan sehingga masyarakat memiliki kesadaran untuk melakukan imunisasi secara sukarela dan berkelanjutan.

Sementara itu, Rahman Nursyam dari Yayasan LKMN menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan para petugas agar mampu berkolaborasi dan siap menghadapi potensi Kejadian Luar Biasa (KLB). “Melalui pelatihan ini, teman-teman di Puskesmas diharapkan sudah siap melakukan penanganan jika terjadi KLB di wilayah masing-masing,” ungkapnya.

Ia menambahkan, capaian imunisasi di Kabupaten Bulukumba sejauh ini tergolong baik. Namun demikian, kesiapsiagaan tetap harus dijaga melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penguatan koordinasi lintas sektor.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sistem deteksi dini, respon cepat, serta meningkatkan kualitas layanan imunisasi guna mencapai target kesehatan masyarakat yang optimal di Kabupaten Bulukumba.**