SimpulNusantara.com_Bulukumba, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bulukumba terus memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat. Melalui Jambore Pelayanan Publik Pemerintah Kabupaten Bulukumba di titik kelima, Kecamatan Bulukumpa. 28 – 29 Oktober 2026 dilapangan Jawi jawi.
BAZNAS menghadirkan sejumlah layanan sosial yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kehadiran BAZNAS dalam kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar manfaatnya semakin luas, tidak hanya melalui penyaluran bantuan ekonomi, tetapi juga melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Bulukumba, H. Kamaruddin, menyampaikan bahwa partisipasi BAZNAS dalam Jambore Pelayanan Publik merupakan upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat, baik bagi mustahik atau penerima manfaat zakat maupun muzakki yang menunaikan kewajiban zakatnya.
Menurutnya, BAZNAS menghadirkan sejumlah layanan, termasuk pelayanan mustahik, pelayanan muzakki, serta program sosial yang dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh akses terhadap layanan dan kebutuhan dasar.
“Dua program yang menarik perhatian dalam kegiatan ini adalah fasilitasi isbat nikah gratis dan ATM Pangan Murah. Keduanya menyasar kebutuhan mendasar masyarakat, baik dalam aspek kepastian hukum keluarga maupun akses terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau,” ujar H. Kamaruddin.
Ia menjelaskan, program fasilitasi isbat nikah gratis merupakan salah satu bentuk kepedulian BAZNAS terhadap keluarga yang membutuhkan kepastian hukum atas pernikahannya.
Melalui program tersebut, pasangan yang memenuhi persyaratan dapat difasilitasi untuk mengikuti proses penetapan perkawinan melalui pengadilan yang berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepastian hukum perkawinan diharapkan dapat membantu keluarga dalam mengurus dokumen kependudukan dan memenuhi berbagai kebutuhan administrasi keluarga, sehingga hak-hak mereka dapat terlindungi secara hukum.
Selain itu, BAZNAS Bulukumba juga menghadirkan program ATM Pangan Murah yang menyasar masyarakat kategori desil 1–2, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah berdasarkan pengelompokan data sosial ekonomi.
Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau, sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga dan mendukung ketahanan pangan keluarga.
H. Kamaruddin menegaskan bahwa berbagai layanan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan zakat memiliki peran strategis dalam menjawab persoalan sosial masyarakat.
“Kehadiran program-program ini memperlihatkan bahwa pelayanan zakat dapat menjangkau berbagai dimensi kehidupan masyarakat. Zakat tidak hanya hadir ketika seseorang membutuhkan bantuan ekonomi, tetapi juga berperan dalam mendukung ketahanan keluarga, pemenuhan kebutuhan dasar, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.
Di samping kedua program unggulan tersebut, pelayanan mustahik menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat yang berhak menerima zakat memperoleh informasi, pendampingan, dan akses terhadap program bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, pelayanan muzakki memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Layanan ini sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana ZIS secara amanah, profesional, dan tepat sasaran.
Melalui partisipasi dalam Jambore Pelayanan Publik, BAZNAS Kabupaten Bulukumba berharap sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pengelola zakat, dan masyarakat semakin kuat dalam menghadirkan pelayanan yang inklusif, responsif, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa zakat memiliki potensi besar sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dan pelayanan sosial. Dengan pengelolaan yang optimal dan penyaluran yang tepat sasaran, zakat diharapkan tidak hanya membantu masyarakat menghadapi keterbatasan, tetapi juga membuka peluang menuju kehidupan yang lebih sejahtera dan bermartabat.












