SimpulNusantara.com_Bulukumba, Sebanyak 36 tim pelajar dari Kabupaten Bulukumba, Bantaeng, dan Sinjai mulai memperebutkan panggung prestasi di Liga Pelajar Indonesia (LPI) Volume 4 Wilayah V Bulukumba. Kompetisi resmi bergulir di Stadion Mini Bulukumba, Selasa (1/9/2026).
LPI 2026 tak sekadar menjadi ajang adu strategi dan mengejar kemenangan. Kompetisi ini juga menjadi ruang pembinaan sekaligus panggung bagi pelajar yang memiliki bakat olahraga, khususnya sepak bola.
Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah V Bulukumba, H. Arafah, mengatakan LPI memiliki posisi penting dalam pengembangan potensi siswa.
Menurutnya, kompetisi tersebut harus dilihat sebagai bagian dari proses pembinaan pelajar yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga.
“LPI 2026 merupakan bagian penting bagi pelajar yang memiliki bakat di bidang olahraga, khususnya sepak bola,” kata H. Arafah dalam pembukaan kompetisi.
Ia menilai dukungan sekolah menjadi salah satu faktor penting agar potensi siswa tidak berhenti pada aktivitas akademik, tetapi juga berkembang melalui kegiatan olahraga yang terarah dan berkelanjutan.
Semangat itu langsung terlihat pada laga pembuka yang mempertemukan SMKN 11 dan SMAN 15 Bulukumba. Kedua tim tampil agresif sejak menit awal dalam pertandingan dengan format 2 x 35 menit.
Jual beli serangan terjadi sepanjang laga. Namun, rapatnya pertahanan dan minimnya peluang matang membuat kedua tim gagal mencetak gol.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor bertahan 0-0.
Meski tanpa gol, duel pembuka tersebut menjadi penanda dimulainya persaingan 36 tim pelajar di Wilayah V. Mereka tak hanya membawa misi meraih kemenangan, tetapi juga menguji hasil pembinaan yang dijalani di sekolah maupun klub.
Ketua Steering Committee LPI 2026, Saiful Alief Subarkah yang akrab disapa SAS, dalam laporannya menyebut peserta tahun ini berasal dari tiga daerah, yakni Bulukumba, Bantaeng, dan Sinjai.
Menurut Saiful, besarnya jumlah peserta menunjukkan tingginya animo terhadap sepak bola pelajar sekaligus memperlihatkan potensi pembinaan yang terus tumbuh di wilayah tersebut.
Namun, ia menegaskan bahwa membangun ekosistem pembinaan sepak bola usia muda tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar pembinaan dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.
“Untuk membangun ekosistem pembinaan sepak bola usia muda, perlu kolaborasi lintas sektor, termasuk lembaga keuangan dan perbankan serta pelaku usaha yang ada di Bulukumba,” ujar Saiful dalam laporannya.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat dukungan terhadap pembinaan atlet muda, baik dari sisi kompetisi, fasilitas, maupun keberlanjutan program pengembangan talenta olahraga.
Di lapangan, kompetisi menjadi ruang untuk mengasah kemampuan teknis. Di saat yang sama, para pemain dituntut membangun karakter melalui disiplin, kerja sama, tanggung jawab, sportivitas, dan kemampuan mengelola tekanan.
Pesan mengenai sportivitas juga disampaikan Kapolres Bulukumba AKBP Stefhanus Lukito. Ia meminta seluruh peserta menjadikan sikap fair play sebagai fondasi sepanjang kompetisi.
Menurutnya, ambisi memenangkan pertandingan tidak boleh menghilangkan rasa hormat kepada lawan ataupun mengabaikan aturan permainan.
Lapangan, kata dia, harus menjadi tempat menguji kemampuan dan mental bertanding, bukan ruang untuk melampiaskan kekerasan atau permusuhan.
Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Bulukumba, Muhammad Daud Kahal, yang mewakili Bupati Bulukumba, mengapresiasi penyelenggaraan LPI Volume 4 Wilayah V.
Ia menilai kompetisi olahraga pelajar memiliki peran strategis dalam pembinaan generasi muda sekaligus membuka peluang lahirnya talenta olahraga dari daerah.
Pembukaan kompetisi turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bulukumba Hj. Hamrina A. Muri, Ketua KONI Bulukumba A. Hamka, Sekretaris PSSI Bulukumba Muhammad Akmal, Kapolsek Ujungbulu Rudy Adri bersama jajaran, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Gantarang yang bertugas sebagai pembaca doa, para kepala sekolah, guru pendamping, tim peserta, serta tamu undangan lainnya.
Setelah seremoni pembukaan, persaingan kini sepenuhnya berpindah ke lapangan.
Sebanyak 36 tim akan berhadapan dalam rangkaian pertandingan untuk menguji kualitas permainan, menjaga konsistensi, dan membuktikan kemampuan terbaik mereka.
Bagi para pemain muda, LPI bukan hanya soal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bakat, membangun mental kompetitif, sekaligus membuka jalan menuju jenjang prestasi yang lebih tinggi.
Bola telah bergulir. Panggung prestasi pelajar di Wilayah V Bulukumba resmi dimulai.












