GEF-SGP Apresiasi Program Pendampingan Saukang di Pesisir DAS Balantieng

SimpulNusantara.com_Bulukumba, Program pendampingan yang dijalankan oleh Sahabat Konservasi Lingkungan (Saukang) di wilayah pesisir Daerah Aliran Sungai (DAS) Balantieng mendapat apresiasi tinggi dari tim Global Environment Facility – Small Grants Programme (GEF-SGP) Indonesia. Apresiasi tersebut disampaikan langsung saat kunjungan lapangan ke lokasi dampingan pada pekan ini.

 

Dalam kunjungan tersebut, hadir Ir. Laksmi Dhewanthi, MA, Inspektur Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, sekaligus mantan Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (2020–2024). Ia menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh Saukang merupakan contoh nyata bagaimana pemberdayaan masyarakat pesisir dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

 

“Kegiatan pendampingan Saukang sangat berdampak positif karena berhasil mentransformasi masyarakat pembudidaya rumput laut menjadi pelaku ekonomi yang inovatif. Selain meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil budidaya, mereka juga mampu menghasilkan produk turunan seperti dodol, brownies, dan kerupuk rumput laut,” ungkap Laksmi.

 

Direktur Saukang, Andi Fatahuddin, mengungkapkan rasa terima kasih atas kunjungan dan kepercayaan yang diberikan oleh GEF-SGP. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini tak lepas dari sinergi yang baik antara lembaganya, pemerintah setempat, dan dukungan aktif masyarakat.

 

“Kami merasa bangga dan bersyukur karena wilayah dampingan kami menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi. Ini menunjukkan bahwa apa yang kami lakukan mendapat perhatian dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Andi.

 

Kunjungan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Dr. Bambang Supriyanto, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK (2019–2024), Radityo Putro Hardito, Ph.D, Wakil Kepala Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Sidi Rana Menggala, Ph.D (NC), Koordinator Nasional GEF-SGP Indonesia, Dekan Fakultas Kehutanan dan Kelautan Universitas Hasanuddin, serta perwakilan dari Balang Institute.

 

Kehadiran para tokoh tersebut memperkuat semangat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pengelolaan sumber daya alam yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis komunitas lokal mampu menjadi solusi atas tantangan lingkungan dan sosial di kawasan pesisir.