Lapas Bulukumba Gandeng Dinas Perikanan Kembangkan Budidaya Ikan untuk Warga Binaan

SimpulNusantara.com_Bulukumba, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bulukumba serius mengembangkan program kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di sektor perikanan. Hari ini, Lapas Bulukumba menerima kunjungan dan pembinaan dari Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba untuk membahas rencana pengembangan budidaya ikan air tawar di lingkungan Lapas. Selasa, 10/6/2025.

Kegiatan ini adalah wujud nyata kolaborasi lintas sektor yang bertujuan meningkatkan kualitas dan keberlanjutan program kemandirian di Lapas, khususnya melalui perikanan budidaya. Tim dari Dinas Perikanan memberikan pemaparan materi serta rencana pengembangan yang komprehensif, meliputi:

 

1. Potensi besar budidaya ikan air tawar di area Lapas.

 

2. Peluang pelatihan keterampilan bagi WBP dalam teknik budidaya, pemeliharaan, hingga pengolahan hasil perikanan.

 

3. Dukungan teknis dan kemungkinan kerja sama pemasaran hasil produksi.

 

Pihak Lapas menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapannya untuk menyediakan lahan serta WBP yang akan terlibat dalam program ini. Kepala Lapas Kelas IIA Bulukumba, Akbar Amnur, menekankan pentingnya program ini untuk memberikan bekal keterampilan produktif kepada WBP.

 

Kegiatan yang berlangsung di area potensial lahan budidaya ini berjalan lancar, komunikatif, dan disambut antusias oleh petugas pembinaan serta WBP yang mengikuti sesi pengenalan.

 

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, diharapkan dapat terealisasi beberapa poin krusial yang diharapkan antara lain:

 

1. Penyusunan dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoU) antara Lapas dan Dinas Perikanan sebagai dasar pelaksanaan program.

 

2. Penyelenggaraan pelatihan teknis lanjutan bagi petugas dan WBP sebagai persiapan implementasi program budidaya.

 

3. Pembentukan tim kerja internal di Lapas yang akan fokus pada pengelolaan program budidaya perikanan, termasuk pencatatan hasil, pengawasan, dan pengembangan jangka panjang.

 

“Kami berharap program perikanan ini tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menjadi bekal nyata bagi WBP setelah kembali ke masyarakat, sehingga mereka dapat menjadi individu yang mandiri dan produktif,” ujar Akbar Amnur.