Ragam  

Mencari Nahkoda Baru untuk Desa Bontosunggu, Alam Nur: Harapan Pemuda dalam Kontestasi Pilkades 2025

SimpulNusantara.com_Bulukumba, Pemilihan kepala desa merupakan momentum penting dalam menentukan arah dan masa depan sebuah desa. Tak terkecuali bagi Desa Bontosunggu, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, yang pada tanggal 12 Juni 2025 akan menggelar pemilihan kepala desa secara perwakilan melalui tiga unsur strategis: tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.

 

Dalam kontestasi kali ini, tiga figur telah muncul sebagai bakal calon kepala desa, masing-masing:

 

1. H. Rafiuddin (Nomor Urut 1),

2. A. Nasrul Adam, SE (Nomor Urut 2),

3. Awaluddin (Nomor Urut 3).

 

Sebagai pemuda yang lahir dan besar di Desa Bontosunggu, sekaligus kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menjunjung tinggi nilai demokrasi, saya memandang bahwa momentum ini tidak sekadar ajang formalitas politik tingkat desa, melainkan sebagai ruang pembuktian gagasan, integritas, dan keberpihakan kepada rakyat kecil di tengah realitas desa yang kompleks.

 

Pemimpin yang dibutuhkan oleh Desa Bontosunggu hari ini bukan sekadar sosok administratif, tetapi figur yang memiliki visi jauh ke depan—yang mampu membaca peta geopolitik, memahami dinamika geoekonomi, dan merangkul kearifan geografi lokal yang menjadi kekuatan identitas desa. Desa kita tidak bisa lagi berjalan dengan pendekatan konvensional dan pragmatis semata. Kita membutuhkan kepala desa yang mampu membayangkan masa depan: desa mandiri, produktif, inklusif, dan berkeadilan.

 

Lebih penting dari itu, keterlibatan aktif pemuda dan mahasiswa dalam proses pembangunan desa harus ditempatkan sebagai pilar strategis. Pemuda bukan pelengkap acara seremonial. Pemuda adalah mitra berpikir, penggerak sosial, dan penjaga idealisme desa. Oleh karena itu, kepala desa yang ideal ke depan adalah mereka yang tidak alergi terhadap kritik, terbuka terhadap kolaborasi, dan cerdas merangkul semua kalangan tanpa membeda-bedakan.

 

Mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT adalah cita-cita besar yang tak bisa digapai sendirian. Ia harus dibangun melalui kekuatan kolektif, kepemimpinan yang visioner, dan keberanian dalam mengambil langkah-langkah strategis, meskipun kadang tak populer.

 

Saya yakin dan percaya, Desa Bontosunggu memiliki potensi besar untuk menjadi desa percontohan di Kabupaten Bulukumba. Namun itu semua hanya akan mungkin jika pemimpin yang terpilih adalah mereka yang benar-benar mengabdi, bukan sekadar ingin duduk di kursi kekuasaan.

 

Akhirnya, saya mengajak seluruh elemen masyarakat—khususnya para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda—yang diberi mandat dalam pemilihan kali ini, agar menggunakan hak pilihnya dengan bijak. Pilihlah calon yang tidak hanya kita kenal, tapi juga punya gagasan dan rekam jejak yang bisa dipertanggungjawabkan.

 

Karena desa ini adalah milik kita bersama. Dan masa depannya ditentukan oleh siapa yang kita percayakan untuk memimpinnya.