KKMB UINAM Gelar Kegiatan Budaya dan Forum Diskusi di Bulukumba, Tegaskan Peran sebagai Mitra Kritis Pemerintah Daerah

SimpulNusantara.com_Bulukumba, Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba (KKMB) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) menggelar kegiatan tahunan yang berlangsung di Gedung Phinisi, Kabupaten Bulukumba, pada Minggu (6/4). Acara ini diwarnai dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pertunjukan seni budaya khas Bulukumba hingga Forum Group Discussion (FGD) yang menghadirkan sejumlah tokoh penting daerah.

 

Mengangkat semangat pelestarian budaya dan penguatan peran pemuda, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi dan dialog produktif antara mahasiswa, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah.

 

Dalam sambutannya, Ketua Umum KKMB UINAM menegaskan posisi strategis organisasi ini sebagai mitra kritis pemerintah daerah. Ia menyampaikan bahwa KKMB UINAM tidak hanya menjadi wadah pengembangan mahasiswa asal Bulukumba di perantauan, tetapi juga aktif memberikan kontribusi pemikiran terhadap pembangunan daerah.

 

“KKMB UINAM kini telah memasuki usia ke-36 tahun. Bukan hal yang mudah untuk mencapai titik ini. Perjalanan panjang organisasi ini penuh dinamika, namun bukan menjadi hambatan. Justru dari proses itu lahirlah banyak kader yang telah memberikan sumbangsih nyata bagi pembangunan daerah,” ujarnya dalam sambutan.

 

Forum Group Discussion yang menjadi bagian penting dari kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, di antaranya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba Syahruni Haris, mantan Ketua Umum KKMB UINAM Muhammad Isra, serta penggiat literasi Andika Mappasomba. Diskusi berlangsung hangat dan membahas isu-isu strategis terkait pembangunan daerah, peran pemuda, dan pentingnya budaya literasi.

 

Ketua Umum KKMB UINAM juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Bulukumba atas dukungan yang telah diberikan selama ini.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang terus memberikan support terhadap kegiatan kepemudaan. Ke depan, kami berharap terjalin kolaborasi yang lebih erat antara organisasi kedaerahan dan pemerintah daerah demi kemajuan Bulukumba,” tutupnya.

 

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa organisasi kedaerahan bukan hanya sebagai tempat berkumpulnya mahasiswa, namun juga sebagai aktor penting dalam mendorong kemajuan daerah melalui gagasan dan aksi nyata.