Sarjana Jangan Cuma Andalkan Ijazah! Andi Yuliani Paris Tantang Wisudawan ITEB Bulukumba Ciptakan Lapangan Kerja

SimpulNusantara.com_Bulukumba, Anggota DPR RI Komisi VII dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II, Dr. Ir. Hj. Andi Yuliani Paris, M.Sc., mendorong para sarjana Institut Teknologi Bisnis (ITEB) Bina Adinata Bulukumba untuk berani berwirausaha, menciptakan inovasi, dan membuka lapangan kerja di tengah ketatnya persaingan dunia kerja serta pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI).

Pesan tersebut disampaikan Andi Yuliani Paris saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda Program Sarjana Periode VI Tahun 2026 ITEB Bina Adinata Bulukumba, di Hotel Agri Bulukumba, Rabu (28/10/2026).

Sebanyak 40 wisudawan dari tiga program studi mengikuti prosesi wisuda yang mengusung tema “Membangun Generasi Inovasi dan Wirausaha Digital yang Adaptif, Beretika, dan Berdaya Saing di Era Kecerdasan Buatan”.

Dalam sambutannya, Andi Yuliani Paris menyampaikan kebanggaannya atas perkembangan ITEB Bina Adinata Bulukumba, mulai dari awal berdiri hingga bertransformasi menjadi institut. Ia berharap capaian tersebut menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan melahirkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal perjalanan baru bagi para sarjana untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mengembangkan kompetensi, dan menentukan masa depan.

“Hari ini bukan hanya tentang bagaimana menyelesaikan kuliah, tetapi hari ini adalah awal dari perjalanan baru. Setelah mengenakan toga dan menerima gelar sarjana, saudara-saudara akan menghadapi tantangan yang sesungguhnya, bagaimana menerapkan ilmu yang telah diperoleh dan menjadikannya bekal untuk berkarya di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, gelar akademik harus diimbangi dengan kompetensi, kreativitas, keberanian berinovasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Terlebih, kehadiran AI telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor pekerjaan dan usaha.

Karena itu, para lulusan dituntut untuk tidak hanya berorientasi menjadi pegawai atau mencari pekerjaan di perusahaan tertentu. Mereka juga harus mampu membaca peluang, membangun usaha, dan menciptakan lapangan kerja sesuai kompetensi serta potensi daerah.

“Jangan hanya berpikir bagaimana setelah lulus bisa mendapatkan pekerjaan. Saudara-saudara juga harus mulai berpikir bagaimana menciptakan pekerjaan, membangun usaha, mengembangkan inovasi, dan membuka kesempatan bagi orang lain untuk bekerja. Ciptakan lapangan pekerjaan, sehingga ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga memberikan dampak bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain mendorong kemandirian dan semangat kewirausahaan, Andi Yuliani Paris mengingatkan para wisudawan agar tidak melupakan peran keluarga, khususnya orang tua, yang telah berjuang mendukung pendidikan mereka hingga meraih gelar sarjana.

Ia menilai keberhasilan menyelesaikan pendidikan tidak terlepas dari doa, pengorbanan, dan kerja keras orang tua. Oleh sebab itu, para lulusan diharapkan menjadikan pencapaian tersebut sebagai motivasi untuk terus berkembang, bekerja sungguh-sungguh, dan menjaga nama baik keluarga serta almamater.

“Di balik toga yang dikenakan hari ini, ada perjuangan orang tua yang mungkin tidak semuanya terlihat. Ada doa, pengorbanan, dan kerja keras yang mengantarkan saudara-saudara sampai pada tahap ini. Karena itu, jangan pernah melupakan jasa orang tua. Jadikan keberhasilan hari ini sebagai motivasi untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa perjuangan mereka tidak sia-sia,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Andi Yuliani Paris juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap pengembangan perguruan tinggi dan perluasan akses bantuan pendidikan bagi mahasiswa.

Ia berharap dukungan bagi ITEB Bina Adinata Bulukumba dapat terus berlanjut pada tahun mendatang sehingga semakin banyak mahasiswa yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang disampaikannya, jumlah penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di lingkungan perguruan tinggi wilayah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX mengalami penurunan. Sementara itu, kuota penerima yang tersedia sekitar 3.000 orang harus dialokasikan untuk 215 perguruan tinggi.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri dalam memperluas akses pendidikan tinggi, terutama bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan pembiayaan.

“Memang saat ini jumlah penerima PIP di wilayah LLDIKTI Wilayah IX mengalami penurunan. Dengan jumlah penerima sekitar 3.000 orang yang harus dibagi untuk 215 perguruan tinggi, tentu tidak semua mahasiswa bisa terakomodasi. Namun, kami tetap berupaya mencari jalan agar mahasiswa mendapatkan bantuan pendidikan dan memiliki kesempatan melanjutkan kuliah,” jelasnya.

Ia juga mendorong mahasiswa dan pihak perguruan tinggi untuk aktif mencari informasi mengenai berbagai skema beasiswa yang tersedia, termasuk beasiswa riset dan program bantuan pendidikan lainnya.

“Kami tetap berupaya agar mahasiswa dapat memperoleh beasiswa. Selain PIP, ada berbagai program beasiswa yang bisa dimanfaatkan, termasuk beasiswa riset. Karena itu, mahasiswa harus terus mencari informasi, mempersiapkan persyaratan, dan meningkatkan kemampuan akademik. Perguruan tinggi juga perlu membantu mahasiswa mengakses peluang-peluang tersebut agar semakin banyak yang dapat melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensinya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan ITEB Bina Adinata Bulukumba, Muhammad Basir, mengingatkan para wisudawan agar tidak cepat berpuas diri atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan sarjana.

Menurutnya, gelar akademik merupakan salah satu tahapan dalam perjalanan pendidikan dan pengembangan diri. Para lulusan tetap harus memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta memperkuat karakter agar mampu menghadapi perubahan zaman.

“Jangan berpuas diri dengan pencapaian hari ini. Wisuda ini memang menjadi kebanggaan bagi saudara-saudara dan keluarga, tetapi bukan berarti proses belajar sudah selesai. Justru setelah lulus, saudara-saudara harus semakin bersemangat meningkatkan kompetensi, menambah pengalaman, dan mengembangkan kemampuan agar mampu bersaing serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” tegas Muhammad Basir.

Ia berharap para lulusan dapat menjaga nama baik almamater serta memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk berkarya di berbagai bidang, baik dunia kerja, pemerintahan, maupun kewirausahaan.

Apresiasi juga disampaikan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Muhammad Daud Kahal, yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Bulukumba.

Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, kompetitif, dan mampu mendukung pembangunan daerah.

“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan wisuda ITEB Bina Adinata Bulukumba ini. Wisuda merupakan momentum penting bagi para lulusan untuk melangkah ke tahap berikutnya. Kami berharap ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat diterapkan dengan baik, dikembangkan sesuai kebutuhan zaman, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia berharap para sarjana tidak sekadar membawa pulang gelar akademik, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan untuk menjawab persoalan masyarakat serta mendorong kemajuan Kabupaten Bulukumba.

Di sisi lain, Nur Adira, lulusan terbaik ITEB Bina Adinata Bulukumba sekaligus penerima beasiswa PIP, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan pendidikan yang diterimanya selama menjalani perkuliahan.

Ia mengaku bantuan tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, sehingga dirinya dapat menjalani proses perkuliahan dengan lebih baik hingga berhasil menyelesaikan studi dan meraih predikat lulusan terbaik.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan PIP Inspirasi dari Ibu Andi Yuliani Paris. Bantuan ini sangat membantu saya selama menjalani perkuliahan, terutama dalam memenuhi kebutuhan pendidikan. Saya merasa bantuan ini menjadi salah satu dukungan penting bagi saya untuk terus belajar, menyelesaikan studi, dan meraih hasil terbaik,” tutupnya.

Wisuda Periode VI Tahun 2026 ITEB Bina Adinata Bulukumba menjadi momentum bagi para lulusan untuk melangkah ke tahap berikutnya. Tantangan ke depan bukan hanya memperoleh pekerjaan, melainkan juga membuktikan kemampuan, menghadirkan inovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui ilmu pengetahuan serta semangat kewirausahaan.