SABDA UTAMA Warnai Jumat Pagi di SDN 209 Tanete, Siswa Diajak Tumbuhkan Akhlak Mulia

SimpulNusantara.com_Bulukumpa, Aktivitas berbeda di lingkungan SDN 209 Tanete pagi ini. Para siswa bersama para guru mengawali aktivitas sekolah dengan melaksanakan Sholat Dhuha berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan Tausiyah Islam.yang di laksanakan dipelataran Sekolah. Jumat, 18/09/2026.

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi bagian dari upaya SDN 209 Tanete membangun budaya religius sekaligus menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didik sejak dini.

Program tersebut dikemas melalui sebuah inovasi sekolah yang diberi nama “SABDA UTAMA”, akronim dari Satu Barisan Dhuhur dan Dhuha, Tanamkan Akhlak Mulia.

Di bawah kepemimpinan Kepala SDN 209 Tanete, Andi Nurfausiah, kegiatan keagamaan tersebut menjadi salah satu bentuk pembiasaan positif bagi siswa agar tidak hanya memahami nilai-nilai agama secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Para siswa tampak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib. Sholat Dhuha dipimpin oleh Jawil, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN 209 Tanete yang juga menjabat sebagai Ketua KKG PAI Kecamatan Bulukumpa. Setelah itu, Jawil menyampaikan tausiyah kepada para siswa.

Dalam tausiyahnya, Jawil mengajak siswa membangun kebiasaan baik sejak usia sekolah. Ibadah tidak hanya dipandang sebagai kewajiban, tetapi juga menjadi sarana membentuk pribadi yang disiplin, santun, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.

Pelaksanaan Sholat Dhuha di lingkungan sekolah bukan sekadar kegiatan seremonial. Di dalamnya terdapat proses pendidikan karakter yang berlangsung secara langsung dan sederhana.

Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar datang tepat waktu, mempersiapkan diri sebelum beribadah, menjaga ketertiban, mengikuti imam, serta menghargai guru dan teman.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik yang selaras dengan tujuan pendidikan di sekolah.

Suasana semakin khidmat ketika para siswa duduk bersama untuk menyimak tausiyah. Pagi yang biasanya dipenuhi aktivitas pembelajaran di ruang kelas berubah menjadi ruang pembelajaran spiritual yang sederhana namun sarat makna.

Bagi SDN 209 Tanete, pendidikan agama tidak semestinya berhenti pada pemahaman materi di dalam kelas. Nilai-nilai agama perlu dihidupkan melalui pembiasaan, praktik, dan keteladanan.

Melalui program SABDA UTAMA, sekolah berupaya menghadirkan pembelajaran keagamaan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Kegiatan Jumat pagi tersebut juga memperlihatkan sinergi antara kepala sekolah, guru, dan siswa dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang religius.

Andi Nurfausiah bersama jajaran guru terus mendorong terciptanya suasana sekolah yang tidak hanya mendukung perkembangan akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.

Keterlibatan guru PAI dalam pelaksanaan ibadah dan tausiyah turut memperkuat pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah.

Pesan yang mengemuka dari kegiatan tersebut sederhana: karakter tidak lahir dalam satu hari. Karakter tumbuh melalui kebiasaan baik yang dilakukan secara terus-menerus, keteladanan para pendidik, serta lingkungan yang memberikan ruang bagi anak untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

Melalui SABDA UTAMA, SDN 209 Tanete ingin menanamkan nilai bahwa kecerdasan intelektual perlu berjalan beriringan dengan akhlak dan nilai keagamaan.

Mendidik anak agar cerdas dalam ilmu, santun dalam perilaku, serta kuat dalam nilai agama. Terima kasih kepada segenap guru dan siswa yang telah terlibat dalam giat rutin ini,” pungkas Andi Nurfausiah.

Jumat pagi di SDN 209 Tanete pun dimulai dengan doa, ibadah, dan harapan menjadi langkah kecil untuk membentuk generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak mulia.