Dukung Pertanian Modern, Mahasiswa KKN-T Unhas Ajarkan Petani Manfaat AI, Barcode, dan Penyimpanan Pascapanen

SimpulNusantara.com_Bulukumba, Mahasiswa KKN-T Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 melaksanakan serangkaian program kerja yang berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat di Desa Bulo-Bulo, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan tersebut meliputi pengenalan dan praktik penggunaan aplikasi Plantix berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sosialisasi penggunaan pupuk cair melalui barcode, serta edukasi mengenai penyimpanan hasil panen yang aman dan sehat.

Pada sesi pertama, mahasiswa KKN-T dari Jurusan Teknik Industri angkatan 2023, St. Munawarah, memperkenalkan aplikasi Plantix yang dapat membantu petani mendeteksi penyakit tanaman melalui teknologi AI. Ia mengawali kegiatan dengan membagikan QR Code untuk mengunduh aplikasi, kemudian memberikan tutorial mulai dari proses instalasi hingga cara mengoperasikannya.

Sebagai bentuk demonstrasi, Munawarah menggunakan tanaman padi yang mengalami pertumbuhan kurang optimal. Tanaman tersebut dipotret menggunakan aplikasi Plantix hingga sistem menampilkan hasil diagnosis berdasarkan kondisi tanaman.

Antusiasme peserta terlihat saat sesi praktik berlangsung. Salah seorang petani, Andi Baslani, mengajukan pertanyaan mengenai cara penggunaan aplikasi, yang kemudian langsung dipraktikkan oleh Munawarah melalui telepon genggam miliknya. Sejumlah warga juga meminta bantuan menginstal aplikasi, termasuk Kepala Dusun Jammulolo, Jusman.

Selanjutnya, mahasiswa KKN-T dari Jurusan Ilmu Hukum angkatan 2023, Muhammad Ar-Raqib, memandu sosialisasi penggunaan pupuk cair berbasis barcode. Ia memperkenalkan modul panduan sekaligus barcode yang dapat dipindai masyarakat untuk memperoleh informasi lengkap mengenai tata cara penggunaan pupuk cair.

Menurut Ar-Raqib, program tersebut bukan bertujuan mengajarkan petani cara bertani, melainkan melengkapi pengalaman dan pengetahuan yang telah dimiliki melalui media informasi digital yang mudah diakses kapan saja.

“Kami ingin menghadirkan informasi yang lebih praktis sehingga petani dapat mengakses panduan penggunaan pupuk secara mandiri melalui barcode,” jelasnya.

Sementara itu, sosialisasi mengenai gudang penyimpanan hasil pertanian yang aman dan sehat disampaikan oleh mahasiswa Jurusan Teknik Arsitektur angkatan 2022, Dzul Anggasadi.

Ia menjelaskan bahwa penyimpanan pascapanen merupakan tahapan penting untuk menjaga mutu hasil pertanian. Menurutnya, setiap komoditas memiliki standar penyimpanan yang berbeda sehingga desain maupun pengelolaan gudang perlu disesuaikan dengan karakteristik hasil panen.

Mengingat komoditas utama masyarakat Desa Bulo-Bulo adalah padi, Dzul menekankan pentingnya penempatan dan penyimpanan gabah maupun beras agar kualitasnya tetap terjaga hingga digunakan atau dipasarkan.

Dalam sesi diskusi, Ketua BPD Desa Bulo-Bulo, Sofyan, mengusulkan agar materi juga mencakup teknik penyimpanan hasil panen dalam skala rumah tangga. Menurutnya, sebagian besar warga masih menyimpan padi di dalam rumah karena belum memiliki gudang khusus.

Masukan tersebut mendapat respons positif dari Dzul. Ia menilai kondisi tersebut menjadi perhatian penting sehingga edukasi mengenai penyimpanan hasil panen di lingkungan rumah tangga juga perlu diberikan kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga Desa Bulo-Bulo. Masyarakat mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai pemanfaatan teknologi di bidang pertanian, mulai dari penggunaan aplikasi berbasis AI untuk mendeteksi penyakit tanaman, akses informasi penggunaan pupuk melalui barcode, hingga pengelolaan penyimpanan hasil panen yang lebih baik.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-T Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Universitas Hasanuddin Gelombang 116 berharap inovasi teknologi dapat semakin diterapkan oleh masyarakat guna mewujudkan sektor pertanian yang lebih efektif, modern, dan berkelanjutan.