SimpulNusantara.com_Bulukumba, Bulukumba, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 menggelar sosialisasi dan demonstrasi pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan limbah pertanian di Desa Barombong, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan limbah pertanian menjadi pupuk organik cair sebagai alternatif pupuk yang ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah diproduksi secara mandiri.
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh perangkat Desa Barombong, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), ketua dan anggota kelompok tani, serta masyarakat setempat. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan pupuk organik cair menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh dari lingkungan sekitar.
Penanggung jawab program kerja, Indana Sulfa, mengatakan kegiatan ini berangkat dari hasil pengamatan mahasiswa terhadap banyaknya limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, limbah tersebut memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.
“Melalui program kerja ini, kami mengajarkan masyarakat cara mengolah limbah pertanian menjadi pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pupuk secara mandiri. Kami berharap masyarakat mampu memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar mereka sehingga limbah tidak lagi menjadi masalah, melainkan menjadi produk yang bernilai guna,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan limbah pertanian menjadi pupuk organik cair tidak hanya mampu menekan biaya produksi pertanian, tetapi juga menjadi salah satu solusi dalam mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk kimia.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Barombong, Irma Suryani Jamal, mengapresiasi inovasi yang dibawa mahasiswa KKN-T Unhas. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan wawasan dan keterampilan petani mengenai praktik pertanian berkelanjutan.
“Dengan adanya program kerja ini, masyarakat dapat menambah pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan pupuk organik cair sebagai salah satu upaya mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia,” katanya.
Ia berharap ilmu yang diperoleh masyarakat melalui kegiatan tersebut dapat terus diterapkan dan dikembangkan sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Desa Barombong.
Melalui program pengabdian ini, mahasiswa KKN-T Unhas juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan limbah pertanian sebagai sumber daya yang memiliki nilai tambah. Dengan proses pembuatan yang sederhana dan bahan baku yang tersedia di lingkungan sekitar, pupuk organik cair diharapkan dapat diproduksi secara mandiri oleh petani.
Upaya tersebut diyakini tidak hanya membantu menjaga kelestarian lingkungan melalui pengurangan limbah pertanian, tetapi juga mendorong terciptanya sistem pertanian yang lebih efisien, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Barombong.












