SimpulNusantara.com_Bulukumba,– Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai budaya dan bagian dari gaya hidup sehat yang dilakukan secara rutin. Ajakan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan donor darah hasil kolaborasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin Gelombang 116, PMI Cabang Bulukumba, dan Lions Club Bulukumba di Pasar Sentral Bulukumba, Selasa, 28 Juli 2026.
Kegiatan bakti sosial tersebut tidak hanya menghadirkan aksi donor darah, tetapi juga pemeriksaan kesehatan gratis serta pasar murah yang ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Koordinator Panitia, Yusra Erlangga Putra, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin kepada masyarakat dengan menggabungkan aspek kesehatan dan kepedulian sosial ekonomi.
Menurutnya, panitia menargetkan terkumpul sebanyak 150 kantong darah untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di RSUD Bulukumba. Meski yang berhasil terkumpul sebanyak 123 kantong darah.
“Setetes darah yang disumbangkan hari ini diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan stok darah dan menyelamatkan nyawa saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.
Selain donor darah, masyarakat juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini penyakit. Sementara melalui pasar murah, warga dapat membeli paket sembako dengan harga lebih terjangkau sehingga diharapkan mampu meringankan beban pengeluaran rumah tangga.
Dalam sambutannya, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten Bulukumba menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Tematik Unhas Gelombang 116 atas inisiatif menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ia juga memberikan penghargaan kepada PMI Cabang Bulukumba dan Lions Club Bulukumba yang telah bersinergi menyukseskan kegiatan kemanusiaan tersebut.
Menurutnya, PMI memiliki tanggung jawab untuk memastikan ketersediaan stok darah bagi masyarakat. Namun, tugas tersebut tidak dapat dijalankan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak.
“Dibutuhkan kolaborasi dari perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat. Hari ini kita membuktikan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam pelayanan kemanusiaan,” ungkapnya.
Andi Utta sapaan akrab Bupati berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada saat itu saja, melainkan menjadi gerakan yang terus berlanjut di tengah masyarakat.
“Saya berharap donor darah menjadi budaya sekaligus gaya hidup sehat yang dilakukan secara rutin. Semakin banyak pendonor sukarela, semakin kuat pula pelayanan kemanusiaan yang dapat kita berikan kepada masyarakat,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Bupati berlatar pengusaha mengajak seluruh masyarakat Bulukumba untuk terus mendukung gerakan donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat gotong royong demi membantu sesama.(*)












