SimpulNusantara.com_Bulukumba, Pimpinan bersama Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba menerima kunjungan edukasi dan sharing dari SMA Islam Athirah 1 Makassar. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Selasa (28/4/2026).
Rombongan disambut oleh Wakil Ketua I DPRD, Fahidin HDK, bersama Ketua Komisi II H. Muhdar Reha, serta Anggota Komisi II Kaspul BJ. Turut mendampingi, Sekretaris DPRD Asnarti Said Culla beserta jajaran Sekretariat DPRD Kabupaten Bulukumba.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMA Islam Athirah 1 Makassar, Tawakkal Kahar, bersama para guru. Sebanyak 170 peserta didik turut hadir dalam kegiatan ini sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual di luar kelas.
Dalam sambutannya, Fahidin HDK menjelaskan bahwa DPRD memiliki tiga fungsi utama, yakni pengawasan, penganggaran (budgeting), dan legislasi.
“Fungsi pengawasan dilakukan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah, termasuk pelaksanaan peraturan daerah, peraturan kepala daerah, serta berbagai kebijakan publik agar berjalan sesuai ketentuan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa DPRD memiliki kewenangan dalam pembahasan dan penetapan anggaran daerah, serta pembentukan peraturan daerah (Perda), baik yang diusulkan oleh pemerintah daerah maupun merupakan inisiatif DPRD.
Lebih lanjut, Fahidin mengajak para peserta didik untuk memiliki kesadaran dan pemahaman politik sejak dini sebagai bekal menjadi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Islam Athirah 1 Makassar, Tawakkal Kahar, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh DPRD Kabupaten Bulukumba.
“Kami mengucapkan terima kasih atas penerimaan yang hangat. Kunjungan ini merupakan bagian dari pembelajaran terintegrasi di sekolah, dan kami berharap dapat memberikan pengalaman serta pemahaman yang bermanfaat bagi para siswa,” ujarnya.
Kegiatan field trip ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai fungsi dan peran lembaga legislatif daerah, sekaligus mengenal lebih dekat bagaimana Pemerintah Kabupaten Bulukumba menghadapi berbagai tantangan, hambatan, dan dinamika dalam proses penyelenggaraan pemerintahan daerah.












