Sekdis Kominfo Bulukumba Andi Endang Sampaikan Hasil Pemeriksaan Randis di Lingkup Diskominfo

SimpulNusantara.com_Bulukumba, Deru mesin yang tersendat dan aroma oli tua menyeruak di basemen Gedung Pinisi, Rabu, 15 April 2026. sejumlah petugas BKAD Bulukumba bersama tim BPK dan Inspektorat sibuk mencocokkan nomor rangka yang berdebu dengan setumpuk dokumen di tangan. Ini adalah hari terakhir pemeriksaan fisik kendaraan dinas (randis), sebuah momentum “bersih-bersih” aset yang mempertaruhkan akuntabilitas Pemerintah Kabupaten Bulukumba.

pemeriksaan fisik yang dimulai sejak 13 April ini bukan sekadar rutinitas birokrasi. Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bulukumba ingin memastikan bahwa setiap unit kendaraan operasional yang dibeli dari pajak rakyat memang ada wujudnya, bukan sekadar angka fiktif dalam laporan neraca.

Di tengah hiruk-pikuk pemeriksaan, sorot mata tertuju pada barisan kendaraan milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Sekretaris Dinas Kominfo Bulukumba, Hj. Andi Endang Hariyani, tampak berdiri tegak di samping armada instansinya. Tidak ada kesan menutupi, ia justru memandu tim auditor menelusuri setiap inci kekurangan aset yang dikelolanya.

Transparansi ini menjadi oase di tengah stigma publik yang sering menganggap kendaraan dinas sebagai “fasilitas tanpa beban”. Andi Endang menyadari betul bahwa audit fisik adalah cara satu-satunya untuk memisahkan mana aset yang produktif dan mana yang hanya menjadi beban anggaran.

“Hari ini masuk tahap pemeriksaan fisik. Untuk Kominfo, rinciannya ada enam unit kendaraan roda dua dan empat unit kendaraan roda empat,” ujar Andi Endang sembari menunjukkan detail kendaraan kepada tim pemeriksa di basemen Gedung Pinisi.

Namun, potret nyata di lapangan berbicara lebih jujur daripada laporan administratif. Dalam pemeriksaan fisik kendaraan dinas (randis) tersebut, Andi Endang tidak canggung membeberkan kondisi miris beberapa unitnya. Ada fakta pahit: tidak semua kendaraan siap tempur untuk melayani masyarakat.

Catatan merah pun muncul. Satu unit motor dengan plat DD 6169 H dilaporkan rusak berat hingga tak mampu lagi berjalan. Tak hanya itu, sebuah mobil dinas dengan plat ikonik DD 44 H juga ditemukan dalam kondisi mati total. Kendaraan-kendaraan ini kini hanya diam membisu, menjadi “monumen” besi tua di tengah tuntutan kerja yang tinggi.

“Ada catatan khusus, satu unit roda dua kondisi rusak berat. Begitu juga satu unit roda empat DD 44 H, kondisinya mati total,” tambah Andi Endang dengan nada lugas, menunjukkan integritas tanpa polesan.

Fenomena aset rusak yang tetap tercatat aktif adalah penyakit lama di banyak pemerintah daerah. Tanpa pemeriksaan fisik kendaraan dinas (randis) yang ketat, biaya pemeliharaan seringkali menguap untuk kendaraan yang sebenarnya sudah tidak laik jalan. Inilah celah inefisiensi yang coba ditutup rapat oleh Pemkab Bulukumba.

Hasil audit tiga hari ini akan menjadi landasan krusial bagi Bupati untuk mengambil keputusan strategis. Apakah unit-unit “mati suri” tersebut akan dilelang untuk menambah kas daerah, atau justru mendapatkan renovasi total jika memang masih bernilai ekonomis.

Pemeriksaan yang berakhir hari ini diprediksi akan mengungkap lebih banyak “rahasia” dari OPD lain. Data yang terkumpul akan menjadi fondasi valid bagi Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang akan disodorkan ke hadapan BPK RI.