SimpulNusantara.com_BULUKUMBA, Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, menerima kunjungan aktor senior sekaligus novelis ternama Aspar Paturusi di ruang kerjanya pada Senin, 24 November 2025. Dalam kunjungan tersebut, Aspar turut didampingi seniman senior Bulukumba, Andi Dharsyaf Pabottingi.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh nostalgia. Edy Manaf menyampaikan rasa terhormat dan terkesannya atas kedatangan salah satu tokoh seni nasional yang berasal dari Bulukumba tersebut.
“Beliau adalah sosok kebanggaan daerah. Kehadiran Pak Aspar mengingatkan kita bahwa Bulukumba memiliki sejarah panjang dalam melahirkan tokoh seni. Ini menjadi energi positif bagi kami,” ujarnya.
Edy Manaf juga menegaskan bahwa dialog dengan Aspar membuka kembali ruang penting terkait penguatan sektor sejarah, budaya, dan kesenian di Kabupaten Bulukumba.
Aspar Paturusi, yang memiliki nama lengkap Andi Sofyan Paturusi, lahir di Bulukumba pada 10 April 1943. Ia dikenal sebagai aktor sekaligus penulis dengan perjalanan panjang di dunia film, sinetron, teater, dan sastra Indonesia. Debut aktingnya dimulai melalui film “Tragedi Bintaro” arahan Buce Malawau.
Selain film, Aspar tampil dalam sejumlah sinetron seperti “Bengkel Bang Jun”, “Pelangi Harapan”, serta tayangan edukasi TVRI “Alang-Alang” garapan Teguh Karya. Perannya dalam sinetron “Anak Hilang” karya Slamet Rahardjo bahkan mengantarkannya meraih Piala Vidya sebagai aktor terbaik.
Di panggung teater, Aspar pernah bergabung dengan Teater Kecil asuhan Arifin C. Noer dan tampil dalam sejumlah pementasan bersama Teater Saja binaan Ikranagara, termasuk pertunjukan di Taipei (1984), Singapura dan Malaysia (1985). Ia juga menulis dan menyutradarai beberapa drama seperti “Samnidara”, “Perahu Nuh II”, dan “Jihadunnafsi”.
Sebagai penulis, salah satu karyanya yang menonjol adalah kumpulan puisi “Apa Kuasa Hujan”, yang menghimpun 134 puisi hasil karyanya dari tahun 1971 hingga 2002.
Dalam kesempatan tersebut, Aspar menyampaikan harapannya agar Bulukumba terus memberikan ruang bagi tumbuhnya kreativitas generasi muda.
“Bulukumba punya kekayaan budaya yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita merawatnya dan memberi ruang bagi anak-anak muda untuk berkarya. Saya berharap pemerintah daerah semakin memperkuat ekosistem seni dan budaya di sini,” tuturnya.
Kunjungan Aspar Paturusi menjadi momen silaturahmi sekaligus memperkaya perspektif pemerintah daerah dalam mengembangkan seni dan kebudayaan lokal ke depan.












