SimpulNusantara.com_BULUKUMBA, Kabupaten Bulukumba kembali menunjukkan eksistensinya sebagai pusat pembuatan kapal tradisional Pinisi. Pemerintah Kota (Pemkot) Medan, Sumatera Utara, resmi memesan satu unit kapal Pinisi dari daerah berjuluk Butta Panrita Lopi itu untuk dijadikan ikon baru di kawasan Alun-Alun Kota Medan.
Kapal Pinisi dengan panjang 25 meter dan lebar 6 meter tersebut kini tengah dalam proses pengerjaan di salah satu galangan kapal tradisional di Kecamatan Bontobahari, Bulukumba wilayah yang dikenal sebagai tempat lahirnya kapal legendaris suku Bugis-Makassar.
Pemilik galangan kapal, Alfian, mengungkapkan bahwa pesanan ini merupakan proyek khusus dari Pemkot Medan yang direncanakan rampung pada awal tahun 2026.
“Kapal ini dipesan oleh Pemkot Medan. Panjangnya 25 meter, lebar 6 meter, tinggi 3 meter, dan beratnya sekitar 90 ton. Saat ini proses pengerjaannya sudah berjalan dan ditargetkan selesai awal tahun depan,” ujar Alfian, Minggu (12/10/2025).
Ia menjelaskan, desain kapal tersebut dibuat menyesuaikan kebutuhan Pemkot Medan. Nantinya, di dalam kapal akan terdapat aula pertemuan dan sejumlah ruangan multifungsi untuk berbagai kegiatan publik.
“Setelah selesai, kapal ini akan dilayarkan menuju Medan, kemudian diangkut dan dipasang di kawasan Alun-Alun sebagai ikon kota,” tambahnya.
Langkah Pemkot Medan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap warisan budaya maritim Indonesia, khususnya keahlian masyarakat Bulukumba dalam membangun kapal Pinisi yang telah diakui dunia.
Sebagai informasi, Bontobahari, Bulukumba, dikenal luas sebagai pusat pembuatan kapal Pinisi sejak berabad-abad silam. Kapal hasil karya pengrajin lokal tak hanya berlayar di perairan nusantara, tetapi juga telah menembus pasar mancanegara, menjadikan Pinisi sebagai simbol kebanggaan dan identitas maritim bangsa.**












