SimpulNusantara.com_Kalamassang, Hari kedua pelaksanaan Jambore Ranting Gantarang berlangsung meriah dengan agenda pembekalan keterampilan jurnalistik dan pembuatan konten kreatif. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, yang antusias mengikuti setiap sesi.
Pada sesi konten kreator, peserta mendapat materi seputar teknik dasar membuat konten yang menarik dan komunikatif. Mulai dari cara mengambil angle terbaik, teknik penyuntingan (editing), hingga tips menghasilkan karya yang terlihat profesional.
Sementara pada sesi jurnalistik, para pramuka dikenalkan pada dasar-dasar menjadi wartawan muda. Materi meliputi pemahaman unsur 5W + 1H (What, Who, Where, When, Why, How) untuk membantu peserta menyusun laporan yang informatif dan akurat.
Salah satu pembina gugus depan, Kak Husriwana, menilai kegiatan ini relevan dengan kebutuhan generasi muda.
“Kegiatan Pramuka Reporter ini sangat bermanfaat bagi peserta jambore, karena mampu meningkatkan rasa percaya diri sekaligus kreativitas pramuka muda,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Risky, peserta dari Gugus Depan 04-013, yang mengaku mendapatkan wawasan baru.
“Materi hari ini sangat menarik dan edukatif. Saya jadi tahu bagaimana mengambil gambar atau video yang tepat, serta memahami cara menulis berita dengan unsur 5W+1H,” ungkapnya.
Pelatihan ini tidak hanya memberi bekal keterampilan baru, tetapi juga melatih keberanian peserta untuk tampil, menyampaikan informasi, dan berkreasi di era digital. Sejumlah peserta bahkan langsung mempraktikkan materi dengan membuat video singkat dan laporan kegiatan di lokasi jambore.
Dengan adanya kegiatan ini, Jambore Ranting Gantarang membuktikan bahwa pendidikan kepramukaan tidak hanya terbatas pada aktivitas alam terbuka, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan media.












